Literasi merupakan kegiatan yang bertujuan meningkatkan kemampuan dasar peserta didik dalam memproses informasi secara cerdas—mulai dari membaca, menulis, menafsirkan, hingga mengomunikasikan informasi dalam berbagai bentuk. Di abad ke-21, literasi tidak lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan fondasi utama agar generasi muda mampu bertahan dan berkembang di tengah derasnya arus informasi.
Menyadari pentingnya hal tersebut, SMA STA. FAMILIA memulai program literasi sejak tahun 2023. Program ini tidak bersifat statis, melainkan terus mengalami perubahan dan pengembangan setiap tahun berdasarkan hasil evaluasi dan inovasi yang dilakukan oleh sekolah. Pendekatan ini memastikan bahwa kegiatan literasi selalu relevan dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan zaman.
Program literasi dilaksanakan secara rutin setiap minggu dengan pendampingan langsung dari Bapak dan Ibu Guru. Kegiatan berlangsung setiap hari Selasa dan Rabu, melibatkan siswa kelas X hingga XII. Dalam sesi literasi, siswa membaca buku bersama guru pendamping dalam kelompok-kelompok kecil, kemudian diminta menceritakan kembali isi bacaan sebagai bentuk latihan mengolah dan mengomunikasikan informasi.
Guru tidak hanya memperhatikan isi cerita, tetapi juga menilai ketepatan bahasa, alur penyampaian, serta pemilihan kata yang digunakan siswa. Kegiatan dilanjutkan dengan menulis poin-poin penting dalam catatan literasi masing-masing, yang bertujuan memperkuat kemampuan menulis sekaligus memperkaya kosakata siswa.
Berdasarkan evaluasi pelaksanaan program pada tahun-tahun awal, sekolah kemudian melakukan inovasi dengan mengembangkan sistem literasi berbasis tingkatan kemampuan. Langkah ini diambil agar pendampingan dapat berlangsung lebih fokus dan tepat sasaran.
Peserta didik dibagi ke dalam tiga tingkatan literasi, yaitu mahir, menengah, dan dasar, sementara Bapak dan Ibu Guru dibagi ke dalam tim pendamping sesuai dengan karakteristik masing-masing tingkatan.
Tingkatan Mahir
Sistem literasi tingkat mahir menitikberatkan pada analisis logika dan kualitas argumen. Siswa dilatih menilai apakah suatu pendapat disusun secara rasional, memiliki premis yang kuat, serta menghasilkan kesimpulan yang logis dan dapat dipertanggungjawabkan. Pada tahap ini, siswa mampu mengevaluasi dan menulis teks kreatif, baik sastra (puisi, cerpen, drama) maupun nonsastra (artikel, editorial, dan opini).
Tingkatan Menengah
Sistem literasi tingkat menengah difokuskan pada penguatan kemampuan berpikir kritis melalui pemahaman dan analisis teks, khususnya dalam membedakan fakta dan opini. Siswa dilatih mengenali informasi yang dapat dibuktikan dengan data dan sumber yang jelas, memahami penggunaan diksi dan gaya bahasa, serta menemukan informasi tersurat maupun tersirat dalam teks.
Tingkatan Dasar
Sistem literasi tingkat dasar difokuskan pada pengenalan dasar kebahasaan, terutama pemahaman kelas kata dan fungsinya dalam kalimat. Siswa dibekali kemampuan mengenali kata benda, kata kerja, kata sifat, kata keterangan, dan kata hubung sebagai dasar membangun kalimat efektif dengan penggunaan kata baku yang tepat.
Pada setiap tingkatan, siswa mendapatkan tugas dan catatan tambahan sesuai materi yang dipelajari pada hari tersebut. Metode ini diterapkan untuk memperkuat kemampuan literasi siswa dalam membaca, menulis, berpikir kritis, serta mengolah informasi yang diperoleh dari bacaan maupun hasil diskusi.
Sebagai puncak dari kegiatan literasi ini, siswa bersama Bapak dan Ibu Guru menghasilkan sebuah buku. Karya tersebut merupakan kumpulan tulisan siswa dan guru sebagai wujud nyata proses belajar, refleksi, kolaborasi, dan pertumbuhan literasi di SMA STA. FAMILIA.



Komentar (0)
Tinggalkan Komentar